Tewas
August 19th, 2008Cinta demam ini mulai membunuhku.
Cinta demam ini mulai membunuhku.
Karena rasa sakit itu begitu tekun menyatroni otak, semalam kutanyakan pada seorang teman:
Apa kira-kira yang bisa kugunakan sebagai ganti pain killer?
Dijawab singkat saja:
Bahagia.
(Eh, atau Kebahagiaan, ya? Lupa persisnya …)
Masih mabok juga, benakku gantian bertanya:
Lalu kemana dapat kucari si bahagia?
Si memori seketika menghadirkan ingatan ketika dulu aku baca tulisan seorang teman. Isinya kira-kira bahwa:
Kebahagiaan itu jangan diharapkan datang dari orang lain, melainkan munculkan saja dari dalam diri sendiri.
Dan juga tulisan yang lain lagi dari temanku tadi, yang intinya:
Kebahagiaan tidak perlu direncanakan untuk hari tua, karena harusnya bisa kita putuskan untuk bahagia saat ini juga.
Mmm … berarti ganti si pain killer itu sebenarnya ada dalam diriku?
… w h o o w … *pura-puranya sedang berbisik takjub, hahaha*
Now I understand what my battle is.
Not against you, nor against them.
My battle now is against myself.
Hello, Fah! :)
What to do if your best is not good enough?
Personally thought “Bismillah watawakkaltu ‘alallah” is the answer. But still, in this real world, there are some people who don’t even care about your giving your best. What they asked for is something good enough … up to their expectation. :)
So, if you would kindly give me your insight:
What to do … if your best is not good enough?
[pondering]
What’s more important to you …
1) the satisfaction when you see bunch of A on your transcript?
2) the satisfaction when they acknowledge the quality of your job?
3) … ah … let’s save this for those ones who understand me :)
I dare say … It’s not that difficult to be a boss. :)
But I must admit: It’s absolutely not easy to be a leader.
Besok siang. Presentasi dan demo prototype.
Bantu doakan, ya? Grogi nih. Banget-banget.
Love is a bird, she needs to fly. Let all the hurt inside you die.
You’re frozen … when your heart’s not open.
Beware of the signs: